Tampilkan postingan dengan label Kapsel Farset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapsel Farset. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Mei 2012

sist penghataran nanopartikel


Sistem Penghantaran Obat Nanopartikel

I.                    DEFINISI
  • Nanopartikel adalah partikel koloid dengan ukuran lebih kecil dari 1 mm (10 nm -1000 nm).
  • Senyawa aktif tersebut dapat di hadapkan dalam bermacam-macam keadaan keadaan fisik. Dapat dilarutkan dalam matrik polimer, dapat dienkapsulasi, atau dapat diabsorbsi atau dilekatkan pada permukaan permbawa koloid.
  • Ada dua definisi dalam persyaratan ikatan obat. Nanocapsule mempunyai struktur kulit-inti (sebuah system penyimpanan), sementara Nanosphere mewakili sebuah matrix-system.
  • Sebagian besar didesain untuk pembawa parenteral.

Macam-macam tipe nanopartikel:
  1. Nanocapsule
  2. Nanosphere
  3. Coated nanosphere

Manfaat:
  • Memungkinkan pengendalian pelepasan obat dan targetting obat.
  • Meningkatkan stabilitas obat.
  • Kemungkinan untuk memasukkan obat lipofilik dan hidrofilik.
  • Pembawa tidak biotoksis.
  • Menghindarkan pelarut organic.
  • Tidak bermasalah mengenai produksi dan sterilisasi skala besar.

II.                  PREPARASI/PEMBUATAN
  • Teknik yang digunakan untuk pembuatan nanopartikel pada umumnya diklasifikasikan dalam dua grup.
  • Didalam grup pertama nanopartikel dibentuk dari  pembentukan polimer awal. Polimer tersebut melingkupi kedua polimer sintetik tidak larut-air dan larut-air, semisintetik, atau alami.
  • Alternative lainnya, nanopartikel dibuat melalui bermacam-macam reaksi polimerisasi monomer lipofilik atau hidrofilik.

Group I
  • High Shear Homogenization and Ultrasound.
-> untuk memproduksi nanodispersi lipid padat.
  • High Pressure Homogenization (HPH)
-> untuk produksi nanoemulsi pada nutrisi parenteral.
  • Hot Homogenization
-> untuk menurunkan ukuran partikel dan meningkatkan laju degradasi obat dan pembawa.
  • Cold Homogenization
->untuk mengatasi masalah hot homogenization yaitu:
(1)temperature menginduksi degradasi obat.
(2)distribusi obat ke dalam fase air selama homogenisasi.
(3)Komplesksitas dari tahapan kristalisasi dari nanoemulsi membawa beberapa modifikasi dan supercooled melts. 
  • Emulsifikasi/evaporasi pelarut.
->lipid padat dilarutkan dalam sebuah pelarut organic water-immiscible (contoh sikloheksan/kloroform) yangdiemulsifikasi dalam fase cair.
  • Metode Salting-Out
->larutan tersaturasi elektrolit mengandung hidrokoloid (polivinil alcohol) ditambahkan pada larutan aseton dari polimer ke bentuk emulsi O/W.
->sejumlah air atau larutan PEG secukupnya ditambahkan untuk membiarkan difusi sempurna dari aseton kedalam fase ammmmmir, kemudian menginduksikan penyusunan dari nanosphere.
  • Metode Emulsi-Difusi
->cairan gel dari hidrokoloid (gelatin) ditambahkan pada larutan polimer yang dilarutkan dalam benzyl alcohol ke bentuk emulsi W/O.
->sejumlah besar air kemudian ditambahkan ke emulsi dalam perintah untuk membiarkan difusi sempurna dari pelarut organic kedalam air, membawa presipitasidari polimer sebagai nanosfer.
  • Metode Presipitasi/pengendapan
->polimer dilarutkan dalam pelarut water-miscible (aseton) dan dicampur ke nonpelarut (air yg mengandung surfaktan) yang membawa pengendapan dari nanosphere.
  • Injeksi Pelarut
->nanopartikel hanya diproduksi dengan pelarut yang diditribusi dengan cepat ke dalam fase cair (contoh: etanol, aseton, DMSO) sementara partikel besar diporel dengan lebih banyak pelarut lipofilik.
->terbatas untuk lipid yang dilarutkan dalam pelarut organic polar. Manfaat metode ini adalah menghindari kenaikan suhu dan tekanan tinggi.

Grup II
Mekanisme Polimerisasi Emulsi:
  • Monomer diemulsifikasi dalam sebuah immiscible fase eksternal yang mengadung surfaktan.
  • Diatas konsentrasi kritis misel, bentuk misel mampu melarutkan molekul monomer.
  • Surfaktan juga diadsorpsi pada monomer droplet emulsi dan membuat stabil emulsi serta polimer nanopartikel.
  • Reaksi polimerisasi dapat diinisiasi/dimulai dengan misel atau fase kontinu.
  • Setelah mencapai berat molekul kritis, molekul menjadi tidak larut, dan terjadi pemisahan fase dan penyusunan nanopartikel.
  • Sebuah nanopartikel mengandung sejumlah besar molekul polimer individu.

III.                PURIFICATION/PEMURNIAN
  • Berdasarkan pada metode preparasi, kemungkinan banyaknya racun dan preparasi tambahan yang tidak diinginkan dapat di beri suspense mentah, yang mencakup pelarut organic, surfaktan, penstabil, elektrolit dan agregat polimer.
  • Jadi langkah pemurnian diperlukan untuk memisahkan komponen-komponen tersebut dari nanopartikel.
  • Permurnian dapat juga memisahkan obat bebas dari ikatan obat pada partikel.

Macam-macam  Pemurnian:
  1. Ultrasentrifugasi -> pembuangan supernatant dan suspense kembali partikel di dalam air. Untuk membuangan preparasi tambahan.
  2. Ultrafiltrasi sentrifugal ->ultrafiltrasi membrane untuk memisahkan nanopartikel dari medium disperse.
  3. Cross-flow filtration ->Cairan dimurnikan secara langsung secara tangensial pada permukaan membrane untuk mencegah penymbatan saringan, dan nanosphere dipertahankan di dalam suspense dengan penambahan air dari tampungan pada laju yang sama sebagai laju filtrasi.
  4. Permeasi gel -> penggunaan material berbentuk gel untuk memisahkan obat bebas dari ikatan partikel obat.
  5. Dialisis -> suspense nanopartikulat didialisis bersama dengan larutan poloxamer melalui membrane selopase.

IV.                KARAKTERISASI
Formulasi nanopartikel -> Karakterisasi Fisikokimia –> Interaksi dengan protein darah –> Pengambilan kembali oleh sel secara invitro -> Evaluasi secara in vivo.

Parameter Karakterisasi Fisikokimia:
Ukuran partikel, Morfologi, Karateristik permukaan, Ikatan obat, Pelepasan obat, Keadaan fisik obat dan polimer, Berat molekuler.

V.                  APLIKASI

Solubilitas (sumbu x) dan Permeabilitas (sumbu y):
  1. Kelas I -> High, High
  2. Kelas II -> Low, High
  3. Kelas III -> High, Low
  4. Kelas IV -> Low, Low

METODE PENINGKATAN KELARUTAN
  1. Kompleksasi
  2. Kosolven
  3. Pharmaceutical Salts
  4. Micellization
  5. Pengurangan ukuran partikel
  6. Dispersi padat -> disperse satu atau lebih bahan aktif dalam sabuah eksipien inert atau matrik, dimana bahan aktif dapat berada dalam kristal secara halus, terlarut, atau keadaan amorf.
  7. Prodrugs

Perbedaan Dispersi padat dan physical mixture:
-          Physical mixture -> campuran sederhana dua komponen yang diperoleh dengan teknik pencampuran tradisional.
-          Dispersi padat -> Campuran fisik, salah satu bagian atau seluruhnya, yang mengalami pencampuran tingkat molekuler selama penyusunan.
-          Pengadukan molekuler menghasilkan peningkatan luas permukaan obat dan  sebagai akibat peningkatan laju disolusi.

Tahapan inti yang diikutsertakan dalam penyusunan disperse padat:
  1. Mengubah bentuk obat dan polimer dari keadaan padat ke cairan  atau keadaan seperti cairan melalui proses seperti melting (pencairan), pelarutan dalam pelarut atau kosolven.
  2. Mencampur komponen dalam keadaan cair.
  3. Mengubah bentuk campuran cairan kedalam fase adat melalui proses seperti pengentalan, eliminasi pelarut.

Manfaat Pra Formulasi dalam pengembangan obat baru:
Untuk memperoleh informasi yang berguna dengan berbagai investigasi suatu bahan obat yang selanjutnya dimanfaatkan untuk membuat formulasi sediaan secara fisikokimia stabil dan secara biofarmasi sesuai dengan tujuan dan bentuk sediaan.

METODE PEMBUATAN nanopartikel protein:
Metode Emulsifikasi
  Larutan aqueous dari albumin dibuat menjadi bentuk emulsi dengan minyak nabati (cotton seed oil) pada suhu kamar.
  Kemudian dengan menggunakan homogenizer pada kecepatan tinggi, akan diperoleh emulsi yang homogen.
  Emulsi yang diperoleh kemudian ditambahkan ke dalam pre-heated oil (lebih dari 120 oC) setetes demi setetes hingga terbentuk nanopartikel.
  Kemudian suspensi yang diperoleh diletakkan dalam penangas es.

Metode Desolvasi
  Faktor desolvasi seperti garam atau alkohol yang ditambahkan secara perlahan-lahan pada larutan protein.
  Akumulasi partikel protein akan terbentuk dengan sendirinya dengan adanya peningkatan turbiditas sistem.
  Tahap selanjutnya akan terbentuk nanopartikel melalui proses polimerisasi sambungsilang (cross lingkage) dengan faktor glutaraldehid.

rangkuman BBB


Fungsi BBB
-        Mlindngi otak dr benda asing
-        Melindungi hrmon & neutransmitor
-        Mpertahankan lingkungn yg ssuai
-        Single layer of endothelial cells
Yg prlu diperhtikan BBB
-        Molekul yg besar sulit msuk BBB
-        Syw yg tdk larut lemakàhidrofil sulit msuk
-        Molekul ionik sulit u/ msuk O2,CO2,Gluàslektif permeabelà bisa melewatii BBB
-        Molekul yg mmpnyai muata elektrik tinggià diperlambat
Mekansme transfor mmbran BBB:
-        Difusi
-        Difusi trfasilitasi
-        Transfor aktiiv
-        Endositosis
-        Difusi mlewati ion channel
Strategi obat à otak:
1.     Meningktkan kelarutan lemak
2.     Mnurunkn  ukuran partikel
3.     Muatan(+) lbh mudah mnembus sawar darah otak
4.     Mmnfaatkn snyw  transforter yg sdh ad ddlmnyà scra biologi
5.     Mmanfaatkn reseptorà endositosis (msuk kdlm selàmnbus sel drah otak)
6.     Mlawan effluk pump
7.     Mndisrupsi mmbran otak scr reversible
8.     Mendesain strukr obt yg trsubstitusi ligan spesifik dbh transpoter.
Modifikasi kimia BBB
-        Dilakukan dg mggabungkn obat dg substrat dr transporter supya dia dilkenali o/ transporter.
Co: The LAT-1 u/ L-AA transporter
R-substtusi yg besar: L-fenilanilin, L-leusin
Glut-1= glukosa transporter
Pnya kapasitas transfor pling tinggi dlm carrier mediated transporter
Mek: mningktkn pnetrasi glukosa ke otak dg cra mlebarkn jalur paraseluler
Bgmna mngktkn pnghantarn obt dg ukran molekul kecil:
-        Mngktkn lipiditas u/snyw obatàtrutama u/obt yg larut air (dg pe+ ggs nonpolar tp tetap mprtahankn uk.molkul
-        Mmanfaatkn transporter yg sdh ad di endotelial sel otak.
-        Mlawan efek dr evelope transprtràyg mproduksi byk p-Gp


Modifikasi effluk transport
-        Mggabungkan obat dg inhibitor P-gP shga akn trjdi kompetisi antra p-Gp dg inhibitor
Mlawan effluk transport>
-        Bbrp obt dpt mnmbus apikal endotelial tp tdk dpt mnmbus basolateral dr sel membran
-        Yg bs mnekan dr fungsi p-Gp:
-        Kalo tahu inhibitor p-Gp mka bs mmberi obt dg brbarengan dg inhibitor p-gp
-        Klo p-Gp jd substratà mka obt dbawa lg kluar apikal endotelial, mkanya cari inhibitor p-Gp
-        Atw dpt mnutup (lock) dr p-Gp shga obt dpt lolos dr substrat p-gp
Co: p-Gp substratà obt antikanker, antihistmnin,AB
1.digoxin sbg substrt dberikn rifampisin(sbg indycer)à shg oby msuk dlm darah yg rendah
2. quanidin sgb inhibitor& loperamideà obt yg brpnetrasi mjdi smkin besar

Target (1makromolkul sel yg skit)
Pasif:
-   scra pasif trakumilasi dtmpt ttt, mmudahkan pnetrasi
-   dpt dbungkus dg nanoprtkel
Aktif:mggunkn pmbawa/ligan ttt shg dpt mmbwa obat lgsng ke ssaranny
Krja obat trgntung pd:
1.   reseptor trger hrs spesifik wlwpun molekul endogen bredar jg disluruh tubuh
2.   spesifisitas strukt kimia pnting
3.   spya qt tau ligannyà dpake sbg carrier
4.   hrus slektif
5.   distribusi mayoritas hrs dt4 trget
Target yg umum:
-        reseptor farmakologi : antagonis, agonis (jmlh byk)
-        enzim2àspesifik dtmpt ttt dlm jmlh yg relatif byk
-        ion chanelàprotein yg ad di paraseluler (hntar antar sel)
-        transporteràco:glukosa

Tujuan DDS:
1.   Mngkatkn keamanan & efikasi obt
2.   Mingktkn life cycle obt
3.   Mmprpnjng wktu obat dtmpt absobsiny
4.   Mngktkn durasi kerja obat
5.   Mnurunkn ES dg mnurunkn bhn aktiv



Design DDS (DDS trtarget):
1.   mmilih/mnentukan target
2.   mcari ligan yg cocokàbiasanya antibobi, tp byk prmslhan u/ mformulasikn krn bnruk protein 9 rntai panjg
3.   mngecek afinitas dr ligan
-        bagian antibofi yg spesifik yg brperan dlm lok n key, kmdn dipotong. Shg yg tjdiny rantai peptida pnjg mnjd pendek & mngurangi rx hipersensitivitas dr tubuh
-        di cek dg marker, kmdn diklon(dprbyk)à yg akn djadikn tools u/ brbagai ligan. Kmdn ligan disintesisà diuji lagi
4.   mmilih pembawa
Formulasi DDS
1.   ukurn scra kseluruhan: tdk cukup hnya nanopartikel, pelu ligan, butuh PEG(pnstabilàuk jd besar. Ukuran scara kseluruhan mjd prtimbangan, jka trllu besar tdk dpt mnmbus mmbran
2.   afinitas
3.   seleksi target
4.   dosis/pmberiannny:trngtung kapasitas entrapment dr hostny
5.   kecptan plepasan dr hostny : slama blum sampai ke t4 aksiny, tdk blh lepas, kalo sdh sampai hrus lepas. Mis:pH dsekitar sel knker lbh rendah shg perlu host sensitif pH. Stlh lepas dlihat permeabilitasny ada carrier atw tdk u/ proses interralisasi.
6.   permeabilitasny àada carrier2ny atw tidak
7.   eliminasi bhn obt tmbhn dr obtny
Karakter DDS ideal
1.   Mngkatkn BA
2.   Mngkinkan u/mgontrol plepasan
3.   Stabil spnjg prjlnan sistemik
4.   Aman & ekonomis
5.   Mmudah diberikn pd pasien
6.   Slektif trhdp side actionny
Yg mmpngaruhi plepasan DDS
1.   Kontrol release
2.   Tipe kndaraan obat
3.   Pnghantaran lokal versus pnghantar sistemik
4.   Feedback release
5.   Media resptor u/ target
Kendaraan ideal u/ DDS makromolkul
1.   Biokompatibel, non toksik
2.   Bs mngatur kpasitas hantarn obat
3.   Mmpnyai imunogenitas yg rendah
4.   Tdk trakumilasi dlm tubuh
5.   Trmodifiksi dg baik(dg pnmbahn ligan)
6.   Tdk mmpunyai kontak interns dg sel-sel yg spesifik
DDS ygmediasi o/resptor dpngruhi o/
Densitas sel target  antigen, afinitas target, kecptn endocytosis, tipe sel target, afinitas antigen, afinitas carrier ke obat

PEGlasi
-         u/mnstabilkan sistm pnghantarn obt smpai trget
-        Mrpakn pnmbahan PEG pd proteinà protein lbh stabil (mgurangi kruasakn o/enzym)à dkeluarkn o/ginjalà sirkulasi dpmbuluh darah di prpnjg (bhn aktif tdk blh lepas di sirkulasi)
-        Mmbesarkn massa molkulàstereokimia
-        P+an scara kovalen(konjugasi)à ikt.kuatàdpt mrubah bhn aktiv shg hrus di uji lagi (dpt mjd prodrug)
-        Bs mngurangi sft imunogensitas
-        Mudah dlepaskn dr sistem
-        Sifatny hidrofilik
-        Non toksik shg byk dpakai
Pemilihan strategi PEGlasi:
-        Parameter yg akn dmodifikasi
-        Ukurn molekul obt
-        Struktur molekul obt
-        Availabilitas ggs reaktif
-        Pmilihan teknik genetik yg dperbolehkn
Produksi PEGlasi dpt dcapai mllui:
-        Genetika rekayasa
-        Peptide chemistry
-        Chemical methode

PEG ad 2
-        Linier
-        Bercabang : tdk butuh BM byk , mnurunkan efek stereokimia, lbh sensitif
Cara PEGlasià ada kimia & enimatis
(+)M.kimia : pnggunaan scara luas
(-) M.kimia : rx tdk spesifik, bs trjadi rx smping PEGylation incomplete
(+)enzymatic: sngt spesifik
(-)enzymctic: aplikasi trbatas enzim hrus dpisahkan di akhir proses
Karkteristik PEGlasi:
-        Mningktkn klarutan
-        Mnurunkan proteolisis
-        Mnurunkan imunogenitas
-        Menurunkn clirens
-        Mningktkn life time obt
-        Mmbantu distribusi & absorbsi
-        Non toksik &hidrofilik
-        Mningktkn stabiltas pnyimpanan