Rabu, 16 Mei 2012

Pengobatan Antikanker


2.1 ANTIKANKER
            Penyakit kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker berkembang dengan cepat, tidak terkendali dan akan terus membelah diri, kemudian masuk ke jaringan sekitarnya dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah dan menyerang organ-organ penting serta saraf tulang belakang.
Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri untuk mengganti sel mati dan rusak, sedangkan sel kanker akan terus membelah meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Kanker dapat terjadi di berbagai jaringan dalam organ. Bila kanker terjadi dibagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun, jika terjadi di dalam tubuh, kanker akan sulit diketahui dan kadang-kadang tidak memperlihatkan gejala. Kalaupun timbul, biasanya sudah stadium lanjut, sehingga sulit diobati.
            Sampai saat ini, penyebab penyakit kanker belum diketahui dengan pasti, karena penyebabnya mungkin bukan dari satu faktor saja, tetapi juga dari disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan resiko kanker antara lain:
ü  Keturunan
ü  Lingkungan
ü  Makanan
ü  Virus
ü  Infeksi
ü  Perilaku
ü  Gangguan keseimbangan hormonal
ü  Kejiwaan
Tumor dibagi menjadi dua macam, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.
·         Tumor Jinak
Tumor jinak hanya tumbuh dan membesar, tidak terlalu berbahaya, dan tidak menyebar keluar jaringan.
·         Tumor Ganas
Tumor ganas adalah kanker yang tumbuh dengan cepat, tidak terkendali dan merusak jaringan lain.
2.2 Pendekatan Pengobatan Herbal
Tumbuhan telah dikenal memiliki kemampuan antikanker, namun seringkali mekanisme antikankernya tidak diketahui secara pasti. Beberapa penelitian ternyata telah dapat mengungkapkan beberapa mekanisme seluler yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor. Dibawah ini adalah beberapa mekanisme antikanker pada senyawa dari tumbuhan:
a)      Siklus Sel
Beberapa protein diketahui dapat mengatur durasi dan waktu siklus sel. Pengatur utama dari siklus sel adalah senyawa siklin dan enzim siklin-dependen kinase, dimana jika terjadi overekspresi protein faktor pemicu siklus sel tersebut, tumorigenesis dapat terjadi. Senyawa dalam tumbuhan yang dapat memblok siklus sel yang tidak beraturan pada sel kanker adalah kurkumin, resveratrol, genistein, isotiosianat, apigenin dan silibinin.
b)      Apoptosis
Apoptosis menjaga keseimbangan alami antara sel yang mati dengan sel yang tumbuh dengan cara menghancurkan sel yang jumlahnya berlebih, rusak ataupun abnormal. Namun keseimbangan antara kemampuan sel untuk bertahan dari apoptosis dapat berubah pada sel kanker. Senyawa kimia seperti curcumin, resveratrol, guggulsterone, flavopiridol, betulinic acid, ursolic acid, indole-3-carbinol, zerumbone, evodiamine, dan polyphenols diketahui dapat mengembalikan keseimbangan apoptosis karena dapat menurunkan ekspresi protein penekan apoptotis seperti Bcl-2 dan Bcl-XL.
c)      Faktor Pertumbuhan (Growth Factors)
Growth factors adalah protein yang berikatan dengan reseptor pada permukaan sel yang mengakibatkan terjadinya pengaktifan system proliferasi sel dan/atau diferensiasi sel. Beberapa growth factors yang berkaitan dengan karsinogenesis adalah epidermal growth factor (EGF), platelet-derived growth factor (PDGF), fibroblast growth factors (FGFs), transforming growth factors (TGF)-α and -β, erythropoietin (Epo), insulin-like growth factor (IGF), interleukin (IL)-1, 2, 6, 8, tumor necrosis factor (TNF), interferon-γ (INF-γ) dan colony-stimulating factors (CSFs). Beberapa senyawa dapat memblokade reseptor growth factor ataupun menghambat terekspresikannya ikatan protein dengan reseptor. Contoh dari senyawa tersebut adalah urcumin, genistein, resveratrol, dan katekin.
d)     Chemo kines
Chemokines adalah sitokin yang berukuran kecil yang dapat membantu migrasi leukosit, mengaktifasi respons inflamasi, dan kemudian dapat menginduksi pertumbuhan tumor. Sehingga, senyawa yang dapat mengatur pergerakan chemokin menjadi penting dalam perkembangan obat antikanker yang baru. Banyak chemokines diekspresikan akibat respons dari stimulus. Kurkumin, resveratrol [121] F. Shen, S.J. Chen, X.J. Dong, H. Zhong, Y.T. Li and G.F. Cheng, Suppression of IL-8 gene transcription by resveratrol in phorbol ester treated human monocytic cells, J Asian Natl Prod Res 5 (2003) (2), pp. 151–157. Full Text via CrossRef | View Record in Scopus | Cited By in Scopus (28), quercetin, polyphenols, theaflavin, genistein, dan capsaicin merupakan senyawa yang dapat mengurangi produksi chemokines di dalam tubuh.

e)      Penghambat Tumor Necrosis Factor (TNF)
TNF awalnya diketahui memiliki aktifitas antitumor. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa ternyata senyawa ini dapat memediasi inisiasi, promosi dan metastasis tumor. TNF dapat memberikan efek proinflamasi karena dapat mengaktifasi NF-kB sehingga gen inflamasi dapat terekspresikan, yaitu diproduksinya siklooksigenase-2 (COX-2), lipooksigenase-2 (LOX-2), inflammatory cytokines, chemokines, dan inducible nitric oxide synthase (iNOS). TNF diketahui menjadi factor pertumbuhan pada sebagian besar sel tumor. Senyawa seperti curcumin, polyphenols, gingerol, resveratrol, kaempferol dan apigenin telah menunjukkan kemampuan untuk menekan produksi TNF.

f)       Angiogenesis
Angiogenesis tumor merupakan proliferasi dari pembuluh darah yang berpenetrasi ke dalam pertumbuhan sel kanker serta memberikan asupan nutrisi dan oksigen. Angiogenesis biasanya diimulai dengan pelepasan sejumlah molekul tertentu oleh sel kanker ke jaringan normal di sekitarnya. Sinyal tersebut mengaktifkan beberapa gen di dalam jaringan tersebut sehingga dapat membuat sejumlah protein lainnya untuk merangsang terbentuknya pembuluh darah baru. Beberapa agen angiogenis adalah protein VEGF dan bFGF. Beberapa senyawa fitokimia kemopreventif diketahui dapat mengurangi ataupun menginhibisi protein tersebut, seperti kurcumin, resveratrol, genistein, luteolin, dan katekin.
Obat-obat untuk sitostatik segabian besar diperoleh dari bahan alam. Alkaloid vinca, seperti vinkristin dan vinblastin, serta taksol diperoleh sari tanaman. Antibiotik-antikanker juga diperoleh dari tanaman tingkat rendah. Namun karena merupakan hasil isolasi, maka dapat dimasukkan dalam fitoterapi.
Sampai saaat ini belum ada tanaman yang memiliki aktivitas antikanker. Laporan mengenai aktivitas antikanker llebih bayak dilakukan secara in vitro pada sel-line. Pada pengujian lebih lanjut, secara in vivo ternyata aktivitas tersebut tidak terbukti. penggunaan tanaman dalam pengobatan herbal melalui aktifitas lain, seperti imunomodulator, antiinflamasi, antioksidan, dan analgesic. Penggunaan tanaman ini dalam bentuk kombinasi atau sebagai terapi tambahan pada terapi konvensional. Beberapa tanaman lain juga digunakan untuk mengurangi efek samping pada kemoterapi, seperti antimual dan analgesik.
Berikut ini akan dibahas beberapa tumbuhan yang dapat digunakan dalam terapi penyakit kanker.
2.2.1  Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleriae Macrocarpae Pericarpium)
 
Tumbuhan dengan nama ilmiah Phaleria macrocarpa di kenal juga dengan nama simalakama (Melayu/Sumatera), Makuto Dewo (Jawa). Tanaman ini berasal dari Papua dan sudah terkenal berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, seperti: Diabetes Mellitus, Kanker dan Tumor, Hepatitis, Rematik dan Asam urat.
A.    Taksonomi
Divisi                           :Spermatopyta
Sub divisi                    :Angiospermae
Kelas                           :Dicotyledoneae
Bangsa                        :Thymalaeales
Famili (Suku)              :Tymelaeaceae
Genus (Marga)            :Phaleria
Spesies (Jenis)             :Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.
·         Sinonim
Phaleria papuana
·         Nama umum
·         Indonesia: Mahkota dewa, Simalakama

B.     Deskripsi Tanaman
Merupakan tanaman perdu tinggi hingga 5 meter. Batang bergetah, dengan kulit berwarna cokelat kehijauan dan kayu berwarna putih.
Daun tunggal berbentuk lonjong, memanjang, berujung runcing, warna hijau ukuran panjang 7-10 cm dan lebar 3-5 cm. Bungan merupakan bunga majemuk yang tersusun dalam kelompok 2-4 bunga, warna putih, bentuk seperti terompet kecil, bau harum, timbul menyebar pada batang atau ketiak daun. Buah berbentuk bola dengan ukuran bervariasi, waktu muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi merah. Biji bulat berwarna putih dan sangat beracun. Akar tunggang panjang hingga 1 meter.
Simplisia berupa daging buah berwarna putih kekuningan, bau spesifik, rasa pahit, yang sudah kering menunjukkan dua warna yang berbeda, satu sisi awalnya agak merah, setelah disimpan menjadi kecoklatan, sedangkan sisi lain berwarna pituh kekuningan.
C.    Kandungan Kimia
Falerin, mangiferin, asam galat, ikarisida, pada biji terdapat senyawa norkukubitasin, fevikordin.
D.    Khasiat
·         Kanker
·         Antidiabetes
·         hepatoprotektor
·         Antioksidan

E.     Keamanan
Ekstrak air dan etanolik simplisia (dosis 2500, 12500 dan 25000 mg/kg bb) tidak menimbulkan kematian hewan, sehingga LD50 tidak dapat ditetapkan secara pasti, dan pasti disimpulkan sebagai kelompok nontoksik, sedangkan ekstrak biji masuk dalam kelompok toksik. Dalam jumlah besar dapat menyebabkan mual.
F.     Farmakologi
Efek antiproliferasi dan fragmentasi DNA yang ditunjukkan oleh senyawa hasil isolasi simplisia terhadap berbagai sel kanker seperti TE2 (esophagus), AGS (lambung), HCT116 (kolon), PC3 (prostat), HepG2 (hati), MCF-7 (payudara), CaSki (serviks), beberapa diantaranya memiliki IC50 < 100 µg/ml. terjadi hambatan pada proliferasi si berbagai lini sel kanker, dan diinduksi apoptosis yang menunjukkan fragmentasi DNA dan ekspresi Bcl-2 dalam sel-sel kanker.
Senyawa yang diberikan menyebabkan kromosom DNA terdegradasi menjadi fragmen internukleosomal kecil, dan menurunkan tingkat ekspresi mRNA Bcl-2 (yang berfungsi mengontrol membrane permeabilitas mitokondria) pada sel kanker.
            Asam galat (hasil isolasi dari simplisia) merupakan suati antioksidan yang berperan dalam mencegah terjadinya perubahan sel menjadi ganas dan perkembangannya melalui beberapa cara, yaitu:
·         Menginduksi (memepercepat) terjadinya perubahan morfologi sel kanker yang menyebabakan kematian hanya pada sel kanker saja.
·         Menginduksi ekspresi protein sel caspase-cascade, yaitu dengan mengaktifkan jalur signal caspase baik melalui jalur ekstrinsik (kematian reseptor-dependen) maupun intrinsic (kematian reseptor independen)
·         Menginduksi pemecahan protein dengan116 kDa menjadi fragmen yang lebih kecil yaitu 89 sampai 24 kDa, sehingga terjadi induksi apoptosis dengan adanya peningkatan dalam ekspresi protein yang pro-apoptosis, tetapi menurunkan ekspresi protein yang anti-apoptosis
·         Menginduksi penurunan ekspresi protein yang berhubungan dengan kelangsungan hidup, menginduksi apoptosis tidak dengan mempengaruhi fase dan profil siklus sel, tetapi meningkatkan jumlah sel apoptosis (sub.G1 populasi) yang bergantung pada waktu yang disebabakan karena tipe sel yang berbeda dan konsentrasi bahan uji serta waktu pengamatan perlakuan yang berbeda
·         Menginduksi apoptosis melalui oksigen reaktif, influk ion  dan aktivasi kalmodulin
Simplisia memiliki efek untuk menghambat terjadinya limfositopenia dan menekan indeks apoptosis dengan adanya kandungan polifenol yang dapat menurunkan pelepasan TNF-α dan INF-γ oleh sel T-helper, yang mempunyai peran penting dalam apoptosis sel, termasuk sel-sel limfosit.
Senyawa glukosida benzofenon hasil isolasi dari batang mahkota dewa memiliki aktivitas menghambat sel leukemia L 1210 dengan IC50 5,1 µg/ml.
2.2.2        Daun Sambung Nyawa
 
Seiring dengan berkembangnya pengetahuan tentang tanaman yang berkhasiat obat, diketahui banyak jenis tanaman yang ber-manfaat sebagai obat.Salah satu jenis tanaman yang dapat diguna-kan sebagai obat adalah sambang nyawa.Tanaman sambang nyawa (Gynura procumbens) termasuk ke dalam suku Asteraceae, dan pada beberapa daerah dikenal dengan sebutan ngokilo. Sambang nyawa merupakan salah satu tanaman obat yang cukup potensial untuk dikembangkan berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah, gangguan pada kantong kemih, menurunkan panas, menghilang-kan rasa nyeri pada pembengkakan, dan juga penyakit ginjal. Sebuah hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak etanol daun sam-bang nyawa mampu menghambat pertumbuhan tumor pada mencit karena diinfus dengan benzpirena. Lebih jauh dinyatakan bahwa pada dosis 2,23 mg/0,2 ml dan 4,46 mg/0,2 ml dari ekstrak heksan mampu menghambat pertumbuh-an kanker. Sambang nyawa bersifat manis, tawar, dingin dan sedikit toksik. Rasa manis mempunyai sifat menguatkan (tonik) dan menyejukkan.sambang nyawa dapat tumbuh di selokan, pagar rumah, ping-giran hutan, padang rumput dan ditemukan pada ketinggian 1 - 1.200 m dpl, tumbuh di dataran yang beriklim sedang sampai basah dengan curah hujan 1.500 – 3.500 mm/tahun dan tumbuh baik pada tanah yang agak lembab sampai lembab dan subur.         
A.    Taksonomi
Divisi               :           Spermatophyta
Sub divisi        :           Angiospermae
Kelas               :           Dicotyledonae
Bangsa                        :           Asterales
Suku                :           Compositae
Marga              :           Gynura
Jenis                :           Gynura procumbens Lour Merr.
·         Nama umum/dagang : sambung nyawa
·         Nama daerah : beluntas cina, daun dewa (Melayu)
B.     Deskripsi Tanaman
Sambung nyawa merupakan tanaman semak semusim dengan tinggi 20 - 60 cm. Batangnya lunak, dengan penampang bulat, berwarna hijau keunguan. Daun sambang nyawa tunggal, bentuk bulat telur dan berwarna ungu kehijauan, tepi daun rata atau agak bergelombang, panjang mencapai 15 cm lebar 7 cm. Daun bertangkai, letak berseling, berdaging, ujung dan pangkal me-runcing, serta pertulangan menyirip dan berakar serabut. Tanaman ini tidak berbunga dan berbuah.
C.    Kandungan kimia
Kandungan kimia yang ditemukan pada tanaman ini adalah flavanoida (7-asetil 5-hidroksi 3-metoksi 4'-ribosil-flavon) seperti asam klorogenat, asam kafeat, asam p-kumarat, asam p-hidroksibenzoat dan asam vanilat. Juga mengandung saponin, tannin, alkaloid. Daun sambang nyawa me-ngandung minyak atsiri 0,05% mi-nyak atsiri dengan komponen utama germakrena β (23,71%), β-kadinena (20,19%) dan sedicanol (22,42%).
D.    Efek Farmakologi
Berikut ini akan dibahas beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan untuk menguji efektivitas dari tumbuhan Sambung Nyawa:
Ø  Ekstrak etanolik menghambat kanker mamae tikus yang diinduksi dengan DMBA (7,12 dimetilbenzantrasen) dan dapat digunakan untuk meningkatkan efikasi agen kemoterapi terhadap sel kanker mamae, sehingga dosis agen dapat diturunkan dan berakibat penurunan toksisitas terhadap sel normal, namun tetap efektif menghambat sel kanker (T47D). Senyawa flavonoid dapat menghambat ikatan antara substrat dengan P-gp (P-glyocprotein-mediated transport)
Ø  Penghambatan karsinogenesis sel kanker kemungkinan disebabkan karena kandungan flavonoid yang dapat menghambat perkembangan sel tumor tahap awal atau menghambat beberapa protein kinase ataupun menghambat proses angiogenesis.
Ø  Efek penghambatan pertumbuhna kanker dari ekstrak daun sambung nyawa telah dilaporkan pada hewan coba yang diinduksi dengan berbagai karsinogenik. Pada dosis 250 dan 750 mg/kg bb dapat mengurangi insidensi kenker mamae tikus yang diinduksi dengan DMBA (dimetil benz(a)antrasen). Ekstrak etanolik daun ngokilot dapat menghambat pertumbuhan sel tumor paru yang disebabkan oleh BAP (benzo(a)piren)
Ø  Perasan daun segar dapat meningkatkan respon imun yang ditunjukkan dengan terjadinya induksi sekresi antibody sehingga terjadi induksi sekresi antibody sehingga terjadi peningkatan titer antibody terhadap sel darah merah domba.
E.     Dosis
Dengan menggunakan metode per-hitungan secara Reed-Muench di-ketahui bahwa LD50 ekstrak etanol daun sambang nyawa sebesar 5.556 g/kg BB. Jika diasumsikan berat badan orang dewasa rata-rata 50 kg, LD50 tercapai jika mengkonsumsi sebanyak 27,78 g ekstrak atau lebih kurang sama dengan daun sambung nyawa segar sejumlah 277 g. Jadi jika kita mengkonsumsi daun sam-bung nyawa 6 - 15 lembar sehari, kondisi ini masih aman.
F.     Panen dan pengolahan simplisia
Panen pertama dilakukan saat tanaman berumur sekitar 4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik atau memangkas daun sebanyak 4 - 5 helai ke arah puncak. Pada budidaya sambang nyawa secara monokultur dapat diproduksi daun segar 50,75 ton/ha.
Daun yang dipanen dapat dikon-sumsi segar dalam bentuk lalaban atau dibuat urap dan dapat juga disimpan dalam bentuk simplisia. Simplisia dibuat dengan cara me-ngiris daun dan dijemur selama be-berapa hari untuk mengurangi kadar air. Dapat pula dilakukan dengan cara pengeringan pada oven pada suhu 400C, selama 5 hari diperoleh simplisia sebesar 4,25 ton/ha dengan kadar air 8%, kadar sari larut dalam etanol sebesar 6%, kadar sari larut dalam air sebesar 30% serta kadar ekstrak etanol sebesar 5,1%. Sim-plisia daun yang dihasilkan berwarna hijau kecokelatan, berbau harum dan berasa sedikit asam. Simplisia se-lanjutnya digerus dan diayak. Bagian yang halus selanjutnya disimpan dalam bentuk kapsul dan siap di-konsumsi.

G.    Aturan penggunaan
a)      Tumor
·                     sediakan 3 lembar daun sambung nyawa yang masih segar
·                     cuci bersih dengan air matang
·                     makan sebagai lalapan
·                     lakukan sehari sekali setiap kali makan
·                     Pantangannya: ikan asin, cabai, tauge, tape, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkeng, nangka es, alkohol, limun dan vetzin
b)      Diabetes Melitus
·                     sediakan 7 lembar daun sambung nyawa yang masih segar
·                     cuci bersih dengan air matang
·                     makan sebagai lalapan
·                     lakukan 2 kali sehari masing-masing 7 lembar daun
c)      Darah Tinggi
·       sediakan 7 lembar daun sambung nyawa yang masih segar
·       cuci bersih dengan air matang
·      makan sebagai lalapan, bisa juga ditumis atau dikukus sebentar sebelum dimakan atau dibuat jus
·      lakukan sehari sekali dengan rutin
d)     Radang Pita Tenggorokan dan Sinusitis
·         sediakan 4 lembar daun sambung nyawa untuk anak-anak atau 7 lembar untuk dewasa yang masih segar
·         cuci bersih dengan air matang
·         makan mentah atau dinikmati dengan dibuat jus, lakukan sehari sekali
e)      Lever
·                     sediakan 3 lembar daun sambung nyawa yang masih segar
·                     cuci bersih dengan air matang
·                     makan sebagai lalapan
·                     lakukan sehari sekali setiap kali makan
·                     Pantangannya: makanan berlemak
f)       Ambeien
·                     sediakan 3 lembar daun sambung nyawa yang masih segar
·                     cuci bersih dengan air matang
·                     makan sebagai lalapan
·                     lakukan sehari sekali setiap kali makan
·                     Pantangannya: daging kambing dan makanan pedas
g)      Kolesterol Tinggi
·                     sediakan 3 lembar daun sambung nyawa yang masih segar
·                     cuci bersih dengan air matang
·                     makan sebagai lalapan atau dibuat jus
·                     lakukan setiap sehari secara teratur
h)     Maag
·       sediakan 3 lembar daun sambung nyawa yang masih segar
·       cuci bersih dengan air matang
·       makan sebagai lalapan
·       lakukan setiap sehari secara teratur
·       Pantangan: makanan yang pedas dan asam
i)        Kena Bisa Ulat dan Semut Hitam
·         sediakan 1 lembar daun sambung nyawa yang masih segar
·         digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan air dan hancur
·         lakukan 2 kali selang dua jam atau sediakan 20 lembar daun sambung nyawa yang masih segarcuci dan digiling halus, beri air garam seperlunya ramuan ini berguna untuk mengurap sebanyak gigitan/sengatan    dibalut 1-2 kali sehari sebanyak yang diperlukan
j)       Eksim
·         sediakan 7 lembar daun sambung nyawa yang masih segar asam 10 gr, rimpang temulawak 5 jari, gula jawa 20 gr, segenggam sambiloto
·         rebus semua bahan dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa hingga separuhnya
·         saring, diminum sekaligus
·         ulangi setiap hari selama lima hari berturut-turut
k)     Bisul
·      sediakan beberapa lembar daun sambung nyawa yang masih segar, adas pulosari, dan kapur sirih
·      tumbuk hingga halus
·      oleskan atau balurkan pada bisul
·      Lakukan sampai sembuh
l)        Tetanus
·      sediakan 5 lembar daun sambung nyawa yang masih segar, asam tengguli 3 jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang bangle setengah jari, daun sambung 10 lembar, gula enau 3 jari
·      potong-potong semua bahan dan rebus dengan air sebanyak empat gelas hingga mendidih dan tersisa tiga gelas
·      saring, minum tiga kali sehari sebanyak satu gelas.


Bentuk Sediaan di pasaran








Contoh sediaan produk sambung nyawa
2.2.3        Pegagan  (Centella Asiatica, Linn)
 
A.       Taksonomi
Kingdom              : Plantae
Divisi                   : Magnoliophyta
Kelas                    : Magnoliopsida
Ordo                    : Rosidae
Famili                   : Apiaceae
Genus                   : Centella
Spesies                 : Centella asiatica (L.) Urban
v  Nama Umum
Sinonim : Hydrocotyle asiatica, Linn.
v  Nama Indonesia
·         Melayu, Sumatera   : Daun kaki kuda, daun penggaga, pegago
·         Ujung Pandang, Aceh : Pegaga
·         Batak         : Ampagaga
·         Sunda        : Antanan rambat, Antanan gede
·         Jawa          :Ganggagan, antana, cowet gompeng, panigowang, pantegowang, calingan rambat, rendeng, kerok batok
v  Nama Asing
·         Filipina            : Akip kohol
·         Cina                 : Beng da wan, han ke cao, ji xue cao
·         Inggris             : Pohekula

B.     Deskripsi Tanaman
Tanaman pegagan ini tidak berbatang, mempunyai rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap, panjang 10-80 cm, akar keluar dari setiap buku-buku, banyak percabangan yang membentuk tumbuhan baru. daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar yang terdiri dari 2-10 helai daun.
Helaian daun berbentuk ginjal, tepi bergerigi atau beringgit, kadang agak berambut, diameter 1-7 cm. Bunga tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bunga bersama-sama keluar dari ketiak daun, berwarna merah muda atau putih. Buah kecil, bergantung, berbenuk lonjong, pipih, panjang 2-2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. Daunnya dapat dimakan sebagai lalap untuk penguat lambung. Pegagan dapat diperbanyak dengan pemisahan stolon dan biji.
                             
a.      Simplisisa yang Digunakan
Bagian dari  Centella asiatica (L.) Urban yang dimanfaatkan sebagai bahan obat dan kosmetik adalah seluruh bagian tanamannya atau biasa disebut  Centella herba

b.      Kandungan kimia
·         Senyawa triterpenoid yaitu Asiatic acid, Madecassic acid,
Asiaticoside, Madecassoside.
  Derivat ester glikosida triterpen
Gambar Asiatic Acid
c.             Efek farmakologi
·         Anti inflamasi,
·         Antioksidan pada jaringan
·         Anti racun,
·         Penurun panas,
·         Peluruh air seni (diuretikum),
·         Gangguan kognitif
·         Tukak lambung
·         Tukak usus
·         Luka bakar  
·         Anti lepra, anti sifilis sekaligus merevitalisasi sel kulit. Anti lepra dan anti sifilis berasal dari triterpenoida ; asiaticoside dan vellarine.
·         Daun ; sebagai astringensia dan tonikum. Pegagan dikenal untuk revitalisasi sel tubuh dan untuk kesuburan wanita. Memperbaiki sirkulasi dengan revitalisasi pembuluh darah (mempertinggi permeabilitas kapiler).
·         Menurut Kloppenburg, tumbuhan ini juga digunakan sebagai obat demam, pembersih darah, hemoroid, batuk kering, dan penyakit anak- anak hidung berdarah. Ridley juga menyatakan tumbuhan ini digunakan untuk obat kusta dan sipilis
·         Penelitian in vitro terhadap pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri.
·         Laorpuksa A. dan kawan-kawan dalam penelitian pada 1988 membuktikan, estrak air pegagan dapat melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran napas.
·         Herbert D. dan kawan-kawan dari Tuberculosis Research Center di India mencoba efek pegagan pada bakteri tuberkulosis H37Rv secara in vitro. Hasilnya, pegagan tidak langsung berefek pada bakteri tuberkulosis. Namun, Herbert menyarankan penelitian lebih lanjut terhadap senyawa aktif asiaticoside.
·         Feeling Herbert terbukti benar. Berdasarkan penelitian lanjutan, senyawa aktif pegagan itu ternyata dapat melawan Mycobacterium tuberculosis dan Bacillus leprae (Oliver-Bever, 1986).
·         Penelitian berikutnya yang dilakukan Walter H. Lewis juga menyatakan, pegagan termasuk kelompok tanaman yang menghasilkan zat seperti antibiotika dan asiaticoside
·         Fraksi yang mengandung triterpena dapat memperbaiki, mencegah endothelium pembuluh darah pada kondisi hipertensi, aktif memperbaiki dan meningkatkan sintesis kolagen dan jaringan protein lain, serta menurunkan kadar asam uronat, mukopolisakarida pada jaringan dinding pembuluh darah.

d.      Uji preklinis
      Efek diuretik pegagan ditunjukkan dengan semakin besarnya pengaruh terhadap pengeluaran air kemih pada dosis 16 g/kg bb. Knobloch menunjukkan bahwa komponen  sitronelal, linalool dan neral (sitral – a) memiliki aktivitas anti bakteri R. shaeroides, E. coli, vulgaris, M. luteus, B. subtilis, Ent. Aerogenes dan S. aureeus. (Mengutip, pembahasan pemakalah, POKJANASTOI/P.12 hal. 57).
            Uji pra klinis anti tumor in vitro ekstrak Centella asiatica dilakukan di Amala cancer Research Centre, kerala, India, terhadap sel tumor Ehrlich ascites dan sel tumor ascites limfoma Dalton. Terjadi hambatan pertumbuhan dari cell line tersebut dengan dosis efektif-50 (ED50 ) sebesar 17 dan 22 mikrogram/ml. pemberian per oral kepada mencit yang terkena tumor ascites dan kanker yang solid akan memperpanjang waktu hidup mencit kontrol. Diperkirakan kerja anti-tumor dari ekstrak tersebut mempengaruhi sintesis DNA.

e.       Uji Klinis
Ekstrak pegagan 1 % dalam salep atau 2 % serbuk mempercepat penyembuhan luka. Pada uji klinik terbuka terhadap 20 penderita dengan luka terinfeksi dan kronik yang diberi ekstrak yang mengandung 89,5% Centella asiatica dapat menyembuhkan 64% luka dan menghasilkan perbaikan pada 16 % luka yang diteliti. Aplikasi total ekstrak pada luka bakar kategori kedua dan ketiga adalah mempercepat penyembuhan, mencegah pengerutan dan pembengkakan karena infeksi dan selanjutnya menghambat terjadinya hipertropi. Setelah 3 minggu 17 penderita mengalami kesembuhan yang sempurna. Kandungan asicoside, asam asiatat, dan madecassiside memacu produksi kolagen I. kolagen I adalah protein yang berperan dalam penyembuhan luka pada manusia. Di India dan Madagaskar uji klinis juga dilakukan pada penderita lepra, luka-luka, dan lesi pada jari-jari dan mata. Hasilnya sangat bagus sehingga dibuat sediaan berbentuk injeksi. Cara kerja asiaticosida ini terhadap bakteri serupa dengan cara komponen kimia minyak atsiri alam, bekerja menembus dinding sel berbagai bakteri dan fungus; aktivitas antimikroba dari minyak atsiri disebabkan oleh sifat kelarutannya dalam kedua lapisan fosfolipida dari selaput sel. (P.12)

f.          Dosis
·         Pemakaian pegagan tergantung serius tidaknya penyakit. Jika tidak begitu berbahaya, dosis yang dipakai untuk orang dewasa 15-30 gr pegagan, sedangkan untuk anak-anak 2/3 dari dosis orang dewasa. Untuk penyakit serius ditambah 2/3 dari dosis biasa.
·         Simplisia 0.33-0.68 gr dibuat infusa sehari tiga kali atau sediaan lain dengan dosis setara.
g.         Efek samping:
Dapat terjadi dermatitis kontak apabila dipakai bersamaan dengan obat-obatan topikal. Tapi, uji yang lain menyebutkan bahwa reaksi tersebut dikarenakan bahan-bahan lain dalam formulasi.
2.2.4        Sirsak (Annona muricata)
Gambar Buah dan Tanaman Sirsak

v  Klasifikasi
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Orde                : Magnoliales
Famili              : Annonaceae
Marga              : Annona L.
Species            : Annona muricata L.

v  Nama daerah
            Sirsak (Indonesia); Nangka sabrang, Nangka landa (Jawa); NangkaWalanda, Sirsak (Sunda); Nangka buris (Madura); Srikaya jawa(Bali); Deureuyan belanda (Aceh); Durio ulondro (Nias); Durianbatawi (Minangkabau); Jambu landa (Lampung); Langelo walanda (Gorontalo); Sirikaya balanda (Bugis dan Ujungpandang); Wakano (Nusa Laut); Naka walanda (Ternate); Naka (Flores); Ai ata malai (Timor).

v  Deskripsi Tanaman
Merupakan pohon tinggi hingga 6 m, memiliki banyak cabang. Daun hijau tua. Buah berukuran besar (diameter 15-23 cm dan panjang hingga 20 cm) dan berat, berbentuk buah pir, kulit kasar, memiliki duri, berwarna kuning kehijauan, daging buah berwarna putih, berair, dan asam. Biji besar dan berwarna gelap (hitam).
Simplisia merupakan daun tunggal, warna kehijauan sampai hijau kecoklatan, helaian daun seperti kulit, bentuk bundar panjang . Ujung dan pangkal daun runcing, tepi rata, memiliki tangkai daun. Permukaan licin agak berkilap, tulang daun menyirip, ibu tulang daun menonjol pada permukaan bawah, bau agak keras, rasa agak kelat.

v  Penyebaran Tanaman
Sirsak (Annona muricata Linn.) termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun, apabila air tanah mencukupi selama pertumbuhannya. Menurut beberapa literatur, tanaman sirsak berasal dari Amerika Tengah. Di Indonesia tanaman sirsak menyebar dan tumbuh baik mulai dari daratan rendah beriklim kering sampai daerah basah dengan ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Penyebaran hampir merata dibuktikan dengan adanya nama-nama daerah yang berbeda – beda untuk tanaman sirsak.

v  Simplisia
      Bagian yang digunakan adalah daun (annona muricatae folium)

v  Kandungan kimia
Senyawa kelompok asetogenin annonaceae antara lain annonasin, annokatalin, annoheksosin, annomonisin, annomontasin, annomurikatin, annomurisin, annomutasin, annonasinone, annopentosin, gigantetrosin, gigantetronenin, goniotalamisin, isoannonasin, javorisin, montanasin, montekristin, murasin, murikapentosin, murikatalisin, murikatalin, murikatenol dan murikatetrosin.
Annonacin.png
Gambar Struktur Kimia annonasin



v  Efek Farmakologi
Memiliki efek untuk mencegah kanker, menurunkan glukosa darah, antinosiseptif dan antiinflamasi.
Kelompok asetogenin mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Sel kanker mengembangkan resitensinya terhadap obat kemoterapi dengan cara mengeluarkan atau menahan masuknya obat kemoterapi ke dalam sel yang dimediasi oleh P-glikoprotein, sehingga sel kanker tidak mati. Sel kanker membutuhkan energy untuk tumbuh dan berkembang, sedangkan asetogenin mencegah transfer ATP ke sel kanker sehingga sel tidak dapat bertahan dan akhirnya mati, sedangkan sel normal tidak terpengaruh oleh adanya inhibitor ATP ini.
Ekstrak air daun ( dosis 100 mg/kg/hari) yang diberikan secara oral pada tikus (yang diinduksi streptozotosin) memiliki efek protektif untuk melindungi kerusakan jaringan hati dari stress oksidatif karena menurunkan peroksidasi lipid dan secara tidak langsung meningkatkan produksi insulin dan aktivitas enzim antioksidase. Pemberian ekstrak methanol secara intraperitoneal sebanyak 100 mg/kg/hari selama 15 hari pada tikus diabetes menunjukkan peningkatan berat badan dan penurunan glukosa darah.
Ekstrak etanol daun memiliki aktivitas antinosiseptif dan antiinflamasi yang ditunjukkan dengan meningkatkan waktu respon terhadap panas dengan metode hot plate setelah pemberian 60 dan 90 menit, dan menurunkan volume eksudat dan migrasi leukosit secara signifikan
v  Keamanan
Tidak digunakan pada masa kehamilan karena adanya indikasi aktivitas stimulant rahim tikus. Penggunaan oleh penderita tekanan darah rendah, pasien pengguna obat antihipertensi, hendaknya konsultasi dengan dokter.
2.2.5        Ciplukan (Physalis angulata)

 
Gambar Tanaman Ciplukan

v  Klasifikasi Tanaman
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Solanales
Famili              : Solanaceae
Marga              : Physalis
Spesies            : Physalis angulata L.

v  Nama Daerah
            Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram), Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa).

v  Deskripsi Tanaman
            Perdu yang rendah. Bunga berwarna kuning, buah berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwrna coklat dengan rasa asam-asam manis. Buah ciplukan yang muda dilindungi kerdung penutup buah. Daun tunggal, bertangkai, bagian bawah tersebar, di atas berpasangan, helaian daun berentuk bulat telur, memanjang dan ujung agak runcing hingga runcing, bertepi rata atau bergelombang.
v  Penyebaran Tanaman
            Ciplukan adalah tumbuhan asli Amerika yang kini telah tersebar secara luas di daerah tropis di dunia. Di Jawa tumbuh secara liar di kebun, tegalan, tepi jalan, kebun, semak, hutan ringan, tepi hutan. Ciplukan biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-1550 m dpl.

v  Simplisia
            Bagian tanaman yang digunakan adalah daun (Physalis angulata)

v  Kandungan Kimia
            Daun ciplukan mengandung fisalin B,D,E,F,G,H,I dan K. Fisalin E dan H merupakan turunan dari fisalin B. Kandungan lain adalah glikosida flavonol, seperti mirisetin 3-O-neohesperidosida, dan pigrin merupakan alkaloid yang telah diisolasi dari akar dan herba ciplukan.
Gambar Struktur Kimia Fisalin B
v  Efek Farmakologi
            Ekstrak daun ciplukan telah diuji aktivitas antikanker pada beberapa sel kanker. Aktivitas antikanker ciplukan pada sel kanker mulut manusia melalui induksi apoptosis. Senyawa flavonol glikosida, mirisetin 3-O-neohesperidosia memperlihatkan efek sitotoksik kuat secara in vitro pada sel leukemia P-388, karsinoma nasofaring KB-16 dan adenokarsinoma paru-paru A-549, dengan nilai ED50 masing-masing 0,45, 0,50 dan 0,55 µg/ml. Ekstrak etil asetat memperlihatkan efek antikanker dan antiinflamasi. Ciplukan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker mamae manusia MAD-MB 231 dan MCF-7.
v  Dosis
            Bentuk simplisia 60 g daun kering dibuat infusa untuk diminum sehari 3 kali.

2.2.6        Temu Putih (Curcuma zedoaria)
Gambar Tanaman Temu Putih

v  Klasifikasi Tanaman
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Orde                : Zingiberales
Famili              : Zingiberaceae
Marga              : Curcuma L.
Spesies            : Curcuma zedoaria

v  Nama Daerah
            Koneng tegal (Sunda), Temu pepet (jawa)

v  Nama Asing
White Tumeric (Inggris), Kencur atau Ambhalad (India), dan cedoaria (Spanyol), Er-chu (China).

v  Deskripsi Tanaman
Bentuk semak tinggi mencapai 2 meter. Batang semu, berbentuk silindris, lunak. Batang di dalam tanah membentuk rimpang berwarna hijau pucat. Batang sesungguhnya berupa rimpang yang bercabang di bawah tanah, berwarna coklat muda hingga coklat tua, di dalamnya putih atau putih kebiruan, memiliki umbi bulat dan bau aromatic. Daun tunggal, lonjong, di bagian ujung meruncing sedangkan di bagian pangkal tumpul. Panjang daun mencapai 1 m dan lebar 20 cm. Pelepah daun membentuk batang semu, berwarna hijau kecoklatan, helaian 2-9 buah, bentuk lanset memanjang, ujung meruncing, berambut sedikit, hijau atau kehijauan dengan bercak coklat ungu di tulang daun pangkal. Bunga majemuk, bentuk bulir, keluar di ketiak daun, panjang 7-15 cm, tangkai berambut. Benang sari melekat pada mahkota dengan panjang sekitar 0,5 cm, tangkai putik panjang 2 cm.

v  Penyebaran Tanaman
            Menurut Hong, Kim, Lee, tumbuhan ini berasal dari Himalaya, India, dan terutama tersebar di negara-negara Asia meliputi China, Vietnam, dan Jepang. Curcuma zedoaria (Rosc) tumbuh liar di Sumatra (Gunung Dempo), di hutan jati Jawa Timur, banyak dijumpai di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di ketinggian sampai 1000 dpl.

v  Simplisia
Bagian yang digunakan adalah rimpang (curcuma zedoariae rhizoma)
Gambar Rimpang Temu Putih



v  Kandungan Kimia
Rimpang temu putih mengandung zedoarondiol, zedoarol, 13-hidroksigermakron, dan kurzeon. Selain itu mengandung minyak atsiri yang terdiri dari terpen, alkohol dan keton. Minyak atsiri tersebut antara lain : epikurzerenon, kurzeren, 5-isopropiliden-3,8-dimetil-azulenon, kurkumenon, kurkumanolid A dan B.

v  Efek Farmakologi
            Minyak atsiri dari rimpang kunyit putih dapat menghambat pertumbuhan melanoma dan metastasis paru mencit setelah pemberian oral pada dosis 100 dan 200 mg/kg sehari selama 28 hari. Penghambatan nodul metastasis melanoma pada paru juga terlihat pada ekspresi MMP-1 dan MMP-2 dalam serum.
            Kurkumin yang terdapat dalam rimpang temu putih terbukti memiliki efek antiinflamasi. Pada percobaan akut, kurkumin memiliki potensi yang hampir sama dengan fenilbutason dan kortison, sedangkan pada percobaan subkronis, kurkumin hanya menunjukkan setengah potensi fenilbutason. Ekstrak etanol rimpang menunjukkan aktivitas menghambat sel-line kanker ovarium manusia. Penelitian lebih lanjut melaporkan bahwa senyawa kurkumin bertanggung jawab atas aktivitas tersebut. Kurkumin yang terkandung dalam rimpang temu putih mempunyai aktivitas antioksidan. Selain itu, minyak atsiri rimpang temu putih memilki aktivitas antiinflamasi pada dosis 800 mg/kg bb.












2.2.7  Jamur Ling Zhi (Ganoderma lucidum)
Gambar Jamur Ling Zhi

v  Klasifikasi Tanaman
Kingdom               : Fungi
Phylum                  : Basidiomycota
Class                      : Agaricomycetes
Order                     : Polyporales
Family                   : Ganodermataceae
Genus                    : Ganoderma
Species                  : Ganoderma lucidum

v  Nama Daerah
Nama daerah dari Ganoderma lucidum (Latin) adalah jamur kayu, Lingzhi, Supa sinduk (Indonesia).

v  Nama Asing
Mu Ling Zhi; Zi Ling Zhi (Cina, Korea); reishi or mannentake (Jepang); ganoderma, lucidum ganoderma, reishi mushroom (Inggris).

v  Deskripsi Tanaman
Badan buah bertangkai panjang dan tumbuh lurus ke atas. Topi dari badan buah menempel di tangkai, berbentuk setengah lingkaran dan tumbuh mendatar. Badan buah menunjukkan lingkaran-lingkaran yang merupakan batas periode pertumbuhan. Tepi berombak atau berlekuk, sisi atas dengan lipatan-lipatan radier, berwarna coklat atau merah keunguan, mengilat dan selalu membentuk lapisan himenofora baru.

v  Penyebaran Tanaman
Ganoderma lucidum dan jenis lainnya yang termasuk marga Ganoderma termasuk jamur yang hidupnya kosmopolitan, tersebar di Eropa, Asia, Amerika Utara dan Amerika Selatan. Jenis ini umumnya hidup pada batang-batang atau bagian dari kayu jenis kayu keras, dikotil, sedikit pada konifer, palem, dan bambu.
Jenis jamur ini hidup sebagai parasit pada tumbuhan inangnya yang menyebabkan penyakit root rot dan butt rot, yaitu penyakit pembusukan pada akar dan pangkal batang tumbuhan. Tumbuhan yang menjadi inangnya antara lain Albizia, Cocos nucifera, Delonix regia, Quercus, Acer, Alnus, Betula, Carpinus, Castanea, Fagus, Fraxinus, Juglandaceae, Malus, Populus, Pyrus, Robinia dan Picea. Juga ditemukan pada kenari (Canarium indicum) dan angsana (Pterocarpus indicus) di kebun raya bogor.

v  Simplisia
Bagian yang digunakan adalah badan buah, setelah badan buah dikumpulkan, dicuci dan dijemur hingga kering.

v  Kandungan Kimia
Kandungan nutrisi Ganoderma lucidum termasuk lengkap, meliputi: polisakarida, lemak, protein, vitamin, serat, mineral, steroid, flavanoid, glikosida, saponin, kumarin, fenol, adenosin, triterpenoid, asam ganodermat, ganoderiol dan ganodermin.
Gambar Struktur Kimia Asam Ganodermat

Tubuh buah jamur ini juga mengandung ergosterol, fungal lysozyme dan acid protease. Vitamin yang terkandung diantarnya B1, B2, C, niasin dan biotin. Sedangkan kandungan mineralnya meliputi kalium, fosfor, kalsium, magnesium, tembaga, germanium dan beberapa makroelemen lain yang seluruhnya mencapai lebih dari 200 elemen aktif.
Spora mengandung  choline, betaine, tetracosanoic acid, stearic acid, palmitic acid, ergosta-7, 22-dien-3-ol, nonadecanoic acid, behenic acid, tetracosane, hentriacontane, ergosterol, and b-sitosterol.

v  Efek Farmakologi
Ganoderma lucidum menghambat migrasi sel kanker prostat manusia PC-3. Sel PC-3 diterapi dengan Ganoderma lucidum (0-0.5 mg/ml), dan pertumbuhan sel diperiksa. Seperti yang terihat pada gambar, Ganoderma lucidum secara nyata menghambat proliferasi sel PC-3  pada time-dependent. Inhibisi pertumbuhan juga dose dependent karena 96 jam pemberian 0.125, 0.25, dan 0.5 mg/ml of Ganoderma lucidum menghambat proliferasi sel PC-3 masing-masing sebesar 7.6%, 53.8%, dan 79.6%. Oleh karena itu, data ini jelas menunujukkan efek antiproliferatif dari Ganoderma lucidum pada sel kanker prostat.


2.2.8  Jamur Maitake (Grifola frondosa)
 
Gambar Jamur Maitake

v  Klasifikasi Tanaman
Kingdom               : Fungi
Phylum                  : Basidiomycota
Class                      : Agaricomycetes
Order                     : Polyporales
Family                   : Meripilaceae
Genus                    : Grifola
Species                  : G. frondosa

v  Nama Asing
Hen-of-the-Woods, Ram's Head dan Sheep's Head (Inggris)

v  Deskripsi Tanaman
            Bagian topi muncul tumpang tindih dari cabang-cabang. Jamur dewasa bisa mencapai diameter 6 inci hingga 2 kaki. Berat rata-rata 4 sampai 7 pon dan umumnya melebihi 20 pon. Masing-masing topi memliki lebar setengah hingga tiga inci, bentuk seperti sendok, kipas atau lidah, biasanya dengan tepi bergelombang. Warna topi bervariasi dari  abu-abu pucat hingga hitam arang, atau coklat muda hingga coklat muda dan sedikit berbintik-bintik. Bagian ujung tangkai menempel pada masing-masing topi. Bagian permukaan atas topi umumnya sedikit kasar hingga agak berserat.

v  Penyebaran Tanaman
            Jamur maitake dapat ditemukan di tanah dekat tanaman inangnya, lebih jarang ditemukan di bagian kayu yang telah lunak. Sering tumbuh pada pohon oak, tapi kadang-kadang tumbuh pada pohon beech atau ash. Jamur maitake hingga saat ini masih tumbuh subur di daerah bagian timur laut Jepang. Di luar Jepang, jamur ini ditemukan di hutan-hutan timur Asia, Eropa dan bagian timur Amerika Utara. Namun, karena manfaatnya dinilai luar biasa, maka kini beberapa negara termasuk di Indonesia sudah mulai membudidayakannya.

v  Kandungan Kimia
Polisakarida
      1,6 beta-D glukan
      1,4 beta-D-glukan
      1,3 beta-D-glukan
      Hetero-beta glukan
      Asam beta glukan
Derivat Ergosterol (Vitamin D2)

v  Efek Farmakologi
            Banyak studi yang telah dilakukan menyatakan bahwa kompleks beta-glukan dan glikoprotein dari Maitake memiliki aktivitas sebagai antitumor yang potensial. Percobaan tersebut umumnya dilakukan pada hewan dan memberikan hasil yang menjanjikan, namun laporan tentang pemakaiannya pada manusia belum terbukti dalam uji klinis. Aktivitas antitumor tersebut dilakukan dengan meningkatkan aktivitas makrofag dan juga bekerja pada sel-sel pertahanan tubuh seperti natural killer (NK) cells dan sel T sitotoksik yang bisa menyerang sel tumor, meningkatkan interleukin-1, interleukin-2 dan limfokin.

1) Melindungi sel sehat menjadi sel kanker
            Sebuah pilot study di Cina yang dipublikasikan dalam bentuk abstrak, melibatkan 63 pasien kanker. Terdapat respon parsial dan komplit terhadap tumor padat sebanyak 95% dan terhadap leukemia sebanyak 90% (Jones 1998). Tidak disebutkan penggunaan kontrol dalam penelitian ini, jumlah sampel kecil, parameter penilaian tidak jelas serta bentuk publikasi berupa abstrak sehingga data ini tidak dapat ditelaah kritis lebih lanjut dan belum bisa dijadikan dasar pembuktian pernyataan di atas. Secara in vitro, fraksi ini memiliki efek sitotoksik pada sel kanker prostat (PC-3) yang diperkirakan terjadi melalui proses oksidasi yang berakhir dengan apoptosis. Selain itu, pemakaian anti kanker carmustine, juga dipotensiasi oleh fraksi D, sehingga obat anti kanker dapat diberikan dalam dosis yang lebih rendah. (Fullerton 2000).

2) Mencegah metastasis
            Percobaan untuk membuktikan hal ini baru dilakukan pada hewan. Belum ada data penggunaannya pada manusia.

3) Memperlambat dan menghambat pertumbuhan tumor.
            Penelitian dalam hal ini masih terbatas pada penelitian terhadap hewan.

4) Sebagai kombinasi dengan kemoterapi untuk mengurangi efek samping seperti rambut rontok, nyeri, dan untuk meningkatkan efek positifnya.
            Fraksi D berperan dalam meningkatkan efek sitotoksik obat antikanker secara signifikan yang dibuktikan dalam studi in vitro. Diperkirakan hal ini didapatkan melalui inaktivasi glyoxalase I, enzim penghancur yang berfungsi dalam detoksifikasi
metabolit sitotoksik.
            Sebuah randomized clinical study tanpa control yang belum dipublikasikan menggunakan fraksi D sebagai terapi tambahan pada kemoterapi untuk mengetahui efektifitas Maitake pada pasien kanker stadium lanjut. Total terdapat 165 penderita berbagai macam kanker stadium III-IV, berusia 25-65 tahun. Data dikumpulkan dengan kerjasama rumah sakit–rumah sakit umum dan klinik perawatan kanker di Jepang.
            Pasien diberikan tablet berisikan fraksi D dan tablet berisi crude Maitake atau fraksi D dan tablet plasebo selama kemoterapi. Hasilnya: terdapat regresi tumor atau perbaikan gejala yang signifikan pada 11 dari 15 orang pasien kanker payudara, 12 dari 18 penderita kanker paru-paru dan 7 dari 15 penderita kanker hati. Terdapat peningkatan efektivitas terapi sebanyak 12% sampai 27% bila dikombinasikan dengan kemoterapi. Sebagai catatan, bagaimanapun juga, hampir semua pasien merasakan perbaikan keseluruhan gejala walaupun regresi tumor tidak dapat diamati. Efek samping seperti hilang nafsu makan, mual, muntah, rambut rontok, dan leukopeni berkurang pada 90 % pasien. Sedangkan keluhan nyeri berkurang pada 83% pasien.6,7,9,10 Penelitian ini tidak menggunakan kontrol, parameter penilaian dari segi klinis dan keluhan subjektif dan hasilnya belum dipublikasikan.
The US Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui dilakukannya uji klinis beta-glukan sebagai terapi pada pasien dengan kanker stadium lanjut di bawah Investigational New Drug Application (IND) yang sedang berjalan. Di Jepang dan Amerika Serikat, sedang dilakukan sejumlah uji klinis fraksi D Maitake untuk kanker payudara, prostat, paru-paru, hati dan lambung yang kebanyakan masih dalam fase awal (I/II).



2.2.9 Jamur Shitake (Lentinus edodes)
Gambar Jamur Shitake

Kingdom               : Fungi
Divisi                     : Basidiomycota
Kelas                     : Agaricomycetes
Ordo                      : Agaricales
Famili                    : Marasmiaceae
Genus                    : Lentinula
Species                  : L. edodes

v  Nama Asing
Black forest mushroom, black oak mushroom, golden oak mushroom, snake butter, pasania mushroom, oakwood mushroom, Japanese forest mushroom (Inggris); Shiang-gu, Shing ku, Hua Gu, Xiangu, Hoang-mo (Cina).

v  Deskripsi Tanaman
            Berbentuk payung dengan batang sentral (3 - 5 cm) yang kadang masih tampak sisa cadar parsial (partial veil); tudung (5 - 12 cm) agak mendatar berwarna krem kecoklatan, yang kalau kering akan pecah-pecah membentuk sisik-sisik dengan bentuk dan ukuran bervariasi; insang berwarna putih menempel pada batang dan spora berwarna putih.

v  Penyebaran Tanaman
Penyebaran jamur Shiitake secara alami adalah mulai dari dataran Cina, Jepang, Taiwan, Malaysia, Indonesia, sampai ke Papua Newgini (Chang dan Hayes, 1978). Jamur ini tumbuh secara alami pada pohon-pohon berdaun lebar yang sudah mati (kelas Fagaceae) seperti Oak, Shii, Beech, dan Chestnut (San Antonio, 1981). Dengan sistem kultivasi log serbuk gergajian kayu, jamur ini dapat tumbuh juga pada kayu Albasia, Jati, Mahoni, Pasang, Saninten, dan Kapur (Campbell, 1989).

v  Kandungan Kimia
Kandungan kimia utama shiitake meliputi polisakarida, eritadenin, protein, asam lemak, dan vitamin D, B-2, B-12. Protein mengandung semua asam amino esensial dan non-esensial serta amida. Asam lemak sebagian besar tak jenuh, kaya akan vitamin dan mineral. Zat aktif glukan merupakan konstituen utama dari dinding sel. Shiitake juga menghasilkan Lentinan, polisakarida 1 ,3 beta glukan.

v  Efek Farmakologi
            Sel kanker kolon manusia COLO 205 diterapi dengan 5-florourasil, ekstrak miselium Lentinus edodes (LEM), atau kombinasi  5-FU dengan LEM. Sel COLO 205 ditandai tersensitisasi menjadi apoptosis dan menahan fase G0/G1 dengan kombinasi terapi 5-FU dengan LEM ketika dibandingkan dengan 5-FU saja. Hasil mengindikasikan bahwa LEM ditandai meningkatkan 5-FU-mediated upregulation dari protein p53, p21/Cip1 and p27/Kip1 dari jaringan tumor COLO 205 cells-xenografted.










2.2.10       Andrographidis Herba
225px-Andrographis_paniculata_001.JPG
         Kerajaan          : Plantae
         Ordo                : Lamiales
         Kerajaan          : Plantae
         Ordo                : Lamiales
         Species            : Andrographis paniculata (Burm.F.) Nees

A.    Deskripsi tanaman
Tanaman berupa herba, tinggi mencapai 1 m. Batang bersegi empat. Daun tunggal berbentuk lanset dengan pangkal runcing-agak meruncing. Bunga berbentuk malai dengan cabang tandan, kelopak 5 lembar berlekatan. Rasa agak pahit,
B.     Kandungan kimia
Senyawa diterpenoid lakton seperti:
Andrografolida , Deoksiandrografolida, Neoandrografolida,  Andrograpanin, Andrografisida , Neoandrografisida , Andropanosida.

C.     Efek Farmakologi
Penghambat proliferasi sel kanker , Hepatoprotektif , Antiinflamasi , Diare, dan Demam
D.    Uji Klinis dan Pra klinis
Ekstrak sambiloto memperlihatkan efek penghambatan proliferasi berbagai sel kanker secara in vitro. Fraksi diklorometan dari ekstrak metanolik sambiloto pada konsentrasi rendah menghambat pertumbuhan sel kanker kolon (HT-29). Pada fraksi ini dapat diisolasi senya andrografolida, 14-deoksiandrografolida, dan 14-deoksi-11,12-didehidroandrografolida. Efek imunomodulator sambiloto jugan menunjang efektivitas pada pengobatan aknker. Senyawa yang mempunyai efek sitotoksik adalah andrografolida. Pada penelitian lebih lanut, turunan andrografolida dapat mengahambat pertumbuhan  berbagai sel kanker .

E.     Keamanan
Kandungan senyawa aktif sambiloto terbukti aman. Hasil uji toksisitas akut menunjukkan LD50 sambiloto mencapai 27,5 g/kg bb.
F.      Dosis
Dalam bentuk serbuk dosis 1,5-3,0 g sehari tiga kali atau sediaan lain yang setara.

2.2.11    Curcuma Domesticae Rhizoma
spices-images-turmeric.jpg
Divisi                     : Spermatophyta
Sub-divisio                        : Angiospermae
Kelas                     : Monocotyledoneae
Ordo                      : Zingiberales
Genus                    : Curcuma
Species                  : Curcuma domestica Valenton

A.    Deskripsi Tanaman
Tanaman berupa semak tinggi ± 70cm, batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang, berwarna hijau kekuningan. Daun tunggal berbentuk lanset memanjang, warna hijau pucat, helai daun berjumlah 3-8, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 20-40 cm, lebar 8-12 cm, pertulangan menyirip. Bunga majemuk berambut, bersisik, memiliki tangkai 16-40 cm, panjang mahkota 3 cm, lebar 1 cm, berwarna kuning, kelopak silindris, bercangap 3, tipis dan berwarna ungu. Akar serabut berwarna cokelat muda. Simplisia rimpang berwarna kuning jingga kemerahan sampai kuning jingga kecoklatan.
B.     Kandungan Kimia:
Kurkuminoida: campuran kurkumin, desmetoksikurkumin dan bidesmetokurkumin. Minyak atsiri (3-5%).
C.     Efek Farmakologi
Gastroprotektif, Anti tukak lambung, Anti kanker, Anti agregasi platelet, Efek imunitas, dan antioksidan.
D.    Uji Klinis dan Preklinis
Kurkumin memperlihatkan aktivitas penghambatan proliferasi berbagai sel kanker in vitro. Efek ini diduga terjadi melalui modulasi reseptor aril hidrokarbon atau aktivitas dekarboksilasi ornitin. Efek penghambatan kanker tersebut berhubungan dengan aktivitas antioksidan kurkumin. Penelitian in vivo mendukung aktivitas antikanker kurkumin secara in vitro. Pada hewan coba yang diberi diet 1,2-1,5% kurkumin memperlihatkan efek preventif, kuratif, dan proapoptosis pada sejumlah model kanker. Data uji klinik antikanker kurkumin masih sedikit. Beberapa uji klinik tahap I dan III mengindikasikan bahwa kurkumin bisa ditoleransi sampai dosis 8000mg sehari. Dari uji klinik tersebut kurkumin sangat berguna untuk mencegah kanker kolon.
E.     Dosis
Dosis yang digunakan pada uji klinik adalah 450-3600 mg kurkumin selama satu minggu.
Atau 750 mg tablet kurkumin digunakan 2 kali sehari.
2.2.12    Curcumae Mangga Rhizoma
Kerajaan                : Plantae
Divisi                     : Magnoliophyta
Kelas                     : Liliopsida
Ordo                      : Zingiberales
Famili                    : Zingiberaceae
Genus                    : Curcuma
Spesies                  : Curcuma mangga

Penelitian dari Fakultas Farmasi ataupun PAU Bioteknologi sertaPPOT UGM Yogyakarta menyatakan bahwa dalam curcuma mangga val  ini terkandung :
a.       RIP (Ribosome Inacting Protein) berfungsi:
                                                              i.      a.Mampu menonaktifkan perkembangan sel kanker.
                                                            ii.      b.Mampu merontokkan sel kanker tanpamerusak jaringan sekitarnya.
                                                          iii.      c.Memblokir pertumbuhan sel kanker.
b.      Zat Anti Oksidan
                                                              i.      Mencegah kerusakan gen.
c.       Zat anti Curcumin
                                                              i.      sebagai anti inflamasi (anti peradangan ).
                                                            ii.      Curcuma mangga val dapat menyembuhkan:
d.      Kanker : leher rahim , payudara, hati , paru – paru,leukimia, otak dan penyakit lain yang berhubungan dengankanker dan tumor.5.
Peradangan dalam : maag, ambeien, radangtenggorokan, radang hati, bronkhitis, amandel, nyerihaid,keputihan, jerawat atau bisul, diabetes, asma.6.
Manfaat yang lain, Anti lemak : darah tinggi, stroke, jantung, asam urat, menurunkan kolesterol.










2.2.13    Imperate Radix
http://www.jualjamuherbal.com/wp-content/uploads/2011/12/alang-alang.jpg

Simplisai  imperate cylindricae radix (akar alang-alang) berupa akar yang tealh dikeringkan berasal dari tanaman Imperata cylindrica L.Beauv.,suku Poaceae (Graminae).
A.    Deskripsi Tanaman
Tanaman berupa herba merayap dengan tinggi 30-150 cm.Rimpang merayap dibawah tanh, batang tegak, buku berambut tapi jarang. Daun tunggal, pangkal saling menutup, berbentuk pita ujung meruncing, ukuran dapat mencapai panjang 80 cm. Bunga bulir majemuk, menguncup panjang hingga 30 cm.
B.     Kandungan Kimia
Akar alang-alang mengandung terpenoid seperti arundoin, silindrin,fernenol, isoarbinol simiarenol, stigmasteol, sitosterol, asam klorogenat, skopoletin, skopolin, dan asam p-kumarat. Flavonoid, diantaranya : turunan 3’, 4’, 7-trihidroksiflavon,turunan 2’,3’-dihidroksi kalkon
C.     Efek Farmakologi
Alang-alang telah lama digunakan untuk tujuan diuretik di beberapa negara Asia. penelitian aktivitas diuretik tidak hanya dilakukan praklinik, tetapi juga uji klinik. Pada uji praklinik infusa akar alang-a;ang yang diberikan pada tikus dengan dosis setara dengan 1.6 g/kg bb dan 0,8/kg bb. Pada dosis tersebut efek diuretik alang-alang setara dengan hidroklorotiazid dosis 1,68 mg/kg bb. Beberapa referensi lain melaporkan aktivitas diuretik dari akar alang-alang baik dalam bentuk tunggal maupun campuran.
Uji klinik dengan desain tersamar ganda dengan kontrol plasebo pada keempat tanaman yang dilakukan di Vietnam melaporkan bahwa akar alang-alang tidak mempengaruhi pengeluaran urine dan ekresi natrium setelah 12 dan 24 jam pemakaian. Studi klinik lainnya dilakukan untuk dekokta dari bagian herba, memperlihatkan efek diuretik dan dapat menurunkan tekanan darah.




















BAB III
PENUTUP

Saran
Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam hayatinya. Berbagai macam tanaman obat pun ikut mewarnai kekayaan alam di Indonesia. Namun, karena keterbatasan-keterbatasan yang ada, penelitian-penelitian untuk menggali khasanah ilmu pengobatan melalui berbagai jenis obat-obat tradisional masih belum dilakukan secara maksimal. Masih banyak jenis tanaman-tanaman obat yang belum sempat diteliti khasiatnya secara alamiah, bahkan jumlah penelitian yang telah dilakukan pun masih belum seberapa bila dibandingkan dengan jumlah tanaman obat yang tersedia di Indonesia ini. Dalam hal ini, makalah ini hanyalah contoh kecil dari tanaman-tanaman obat di Indonesia yang berkhasiat farmakologi, khususnya sebagai antikanker.
DAFTAR PUSTAKA

Mun’im Abdul, Hanani Endang. 2011. Fitoterapi Dasar. Depok: Dian Rakyat. Hal. 277-297
Wu, Wu dan Ho. (2007). Antitumor Activity of Combination Treatment of Lentinus
edodes Mycelium Extracts with 5-Fluorouracil against Human Colon Cancer Cells Xenografted in Nude Mice. Journal of Cancer Molecules 3(1): 15-22.
Jiang, Slivova, Valachovicova, Harley dan Sliva. (2004). Ganoderma lucidum inhibits
proliferation and induces apoptosis in human prostate cancer cells PC-3. International Journal Of Oncology 24: 1093-1099.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar